Seks Tanpa Penetrasi

September 25, 2009 by antz  
Filed under Sexuality

Leave a comment
Popularity: 4% [?]

Aktivitas seksual sangat erat kaitannya dengan hubungan badan atau hubungan intim. Namun terkadang beberapa pasangan melakukan aktivitas seksual tanpa penetrasi, seperti misalnya pembatasan kelahiran (birth control) atau sebagai variasi agar aktivitas seks tak terasa membosankan. Apakah mungkin kepuasan seksual bisa tercapai tanpa adanya penetrasi?

Sebagian orang berusia muda, aktivitas seks tanpa penetrasi sudah biasa dilakukan, misalnya dengan ciuman, rabaan atau mungkin sampai tahap oral seks. Namun demikian, yang lebih ditekankan di sini adalah bagaimana cara pasangan suami istri bisa menyalurkan hasrat jasmaninya.

Sex Without Penetration

Sex Without Penetration

Menurut Joel D Block, penulis buku The Secret of Better Sex, ada beberapa cara memperoleh kepuasan seksual tanpa perlu dilakukan penetrasi.

1. Masturbasi Mutual
Pasangan suami istri saling merangsang dan saling bermasturbasi atau bisa juga dengan saling melihat pasangan bermasturbasi, misalnya dengan menonton film ataupun gambar.

2. Oral Seks
Banyak pria dan wanita yang sangat menyukai kegiatan seksual jenis ini. Walaupun terkadang seks oral dijadikan sebagai tahap foreplay sebelum melakukan penetrasi, tetapi oleh Joel D Block, oral seks bisa dilakukan sebagai ‘bagian utama’ aktivitas seksual dan bukan ‘pengantar’ atau pemanasannya.

3. Outercourse
Jenis akvifitas seks ini paling sering dilakukan oleh muda-mudi yang masih dalam tahap berpacaran. Walau pakaian luar dilepas saat berhubungan seks, namun pakaian dalam tetap dikenakan. Aktivitas seks yang dilakukan misalnya dengan seling menggesekkan organ vital atau dengan saling menggosok untuk memberikan stimulus (rangsangan).

4. Intermammary Intercourse
Aktivitas seks ini banyak dilakukan oleh orang Eropa, di mana penis diletakkan di antara kedua payudara dan kemudian digosokkan sampai terjadi ejakulasi.

5. Femoral Intercourse
Mirip dengan intermammary, pada aktivitas seks ini penis diletakkan di antara kedua paha pasangan kemudian digosokkan, tetapi tidak sampai terjadi penetrasi.

Sebenarnya seks yang indah tidak hanya berfungsi sebagai sarana reproduksi atau menghasilkan keturunan saja, tapi juga sebagai fungsi rekreasi, sebagai upaya mendapatkan kepuasan, kenyamanan dll. Dan satu lagi yang perlu diingat, hindari berganti-ganti pasangan.

Popularity: 4% [?]

WP Text Ads Want visitors to your site? Buy an ad here.

Comments

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!