Monday, February 6, 2012

Sebuah Sajak Kangen

March 6, 2004 by  
Filed under Poetries

3 Comments
Popularity: 1%

Hampir tiap hari kupandang kado kecilmu dulu saat ultah ke-13…
5 tahun silam
Memang sengaja kupasang tepat di atas nafasku
Kujadikan ia lampu,
Kuberikan ia nyawa,
Agar tak terganti oleh apa pun

Hafalkah kau, pagiku…
Saat mimpi belum diganti
Saat tawa belum terganti,
Saat semua belum berganti

Aku kangen tapi diam…
Aku mencoba melingkar lagi di kisi namamu
Aku hanya mengitari sosokmu yang buram
tak berbuat apa pun!

Ingin kumeracik sepotong sketsa gambarmu
atau pun terbang ke mimpimu
agar saat ini kau kan sudi tuk kutemani

Tapi tak apalah bila engkau sibuk
kan kumaklumi andai engkau tak terjaga
Biarlah…
Selagi kuyakin ada harum kertas suratmu
saat dulu waktu kita buat sejarah dini
aku akan terus meracikmu
sampai kulelah… hingga kutertidur
Aku ingin mengulang tarian surgawi itu, mentariku!!!

(Yogya, 19/01/99 – AFPD)

Comments

3 Responses to “Sebuah Sajak Kangen”
  1. rahim brutu says:

    puisinya kalo menurut saya udah bagus hanya kalo bisa kaitan antar paragraf lebih mantap dan usahakan kata-katanya sulit dimengerti dan mudah dipahami. kosa katanya lebih diperbanyak lagi.

  2. antz says:

    terima kasih, pak atas masukannya. ini puisi mantan pacar saya, jadi mudah-mudahan nanti bisa saya forward ke dia. btw, bapak ini pemerhati sastera juga kah? kalau betul, umh … boleh dong nyumbangin puisi atau artikel sastera ke sini. Ok, thanks for your attention.

  3. wah…di sini ada penyair!
    nee…rasa-rasanya di sana dan di sini terlalu banyak klise deh! sengaja?

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Login with Facebook:
[+] kaskus emoticons nartzco