Sebuah Sajak Kangen
Leave a comment
Popularity: 2% [?]
Hampir tiap hari kupandang kado kecilmu dulu saat ultah ke-13…
5 tahun silam
Memang sengaja kupasang tepat di atas nafasku
Kujadikan ia lampu,
Kuberikan ia nyawa,
Agar tak terganti oleh apa pun
Hafalkah kau, pagiku…
Saat mimpi belum diganti
Saat tawa belum terganti,
Saat semua belum berganti
Aku kangen tapi diam…
Aku mencoba melingkar lagi di kisi namamu
Aku hanya mengitari sosokmu yang buram
tak berbuat apa pun!
Ingin kumeracik sepotong sketsa gambarmu
atau pun terbang ke mimpimu
agar saat ini kau kan sudi tuk kutemani
Tapi tak apalah bila engkau sibuk
kan kumaklumi andai engkau tak terjaga
Biarlah…
Selagi kuyakin ada harum kertas suratmu
saat dulu waktu kita buat sejarah dini
aku akan terus meracikmu
sampai kulelah… hingga kutertidur
Aku ingin mengulang tarian surgawi itu, mentariku!!!
(Yogya, 19/01/99 – AFPD)
Popularity: 2% [?]















































rahim brutu on Fri, 2nd Apr 2004 5:28 am
puisinya kalo menurut saya udah bagus hanya kalo bisa kaitan antar paragraf lebih mantap dan usahakan kata-katanya sulit dimengerti dan mudah dipahami. kosa katanya lebih diperbanyak lagi.
antz on Sat, 3rd Apr 2004 5:29 am
terima kasih, pak atas masukannya. ini puisi mantan pacar saya, jadi mudah-mudahan nanti bisa saya forward ke dia. btw, bapak ini pemerhati sastera juga kah? kalau betul, umh … boleh dong nyumbangin puisi atau artikel sastera ke sini. Ok, thanks for your attention.
m. aan mansyur on Wed, 19th May 2004 5:30 am
wah…di sini ada penyair!
nee…rasa-rasanya di sana dan di sini terlalu banyak klise deh! sengaja?